read more to write more

Kemarin malam gue sama Arka randomly ngomongin tentang bacaan yang lagi dia suka. Well he loves read and I used to love read. Jelas itu dua hal yang berbeda. Maka dari itu, ketika gue lagi dihadapkan sama tulisan buku gue, gue sempet beberapa kali stuck. It simply because I want to write a good script but at the same time I didn't read anything except twitter. Gue udah 4 tahun jauh banget sama baca buku dan membuat kepala gue serta segala hal yang berhubungan dengan kata semakin berantakan.

Buku kelima ini murni dari keinginan gue menceritakan beberapa hal penting yang terjadi selama setahun terakhir. But honestly, gue juga ngerasa banget, ini jauh banget dari ketulusan hati gue. Gue nulis karena deadline, karena keinginan punya buku lagi. Bukan karena ingin bercerita. Lalu ketika Arka cerita tentang bacaannya, gue jadi sadar.. Gue nggak punya keinginan bercerita lagi karena gue emang udah nggak membaca.

Sedih banget baru sadar ini sekarang...

Jadi karena gue menyadari kebodohan ini, gue bertekad untuk mulai membaca lagi. Even bacaan ringan, bacaan di LINE Today yang udah ada fiksi weekendnya, bacaan di situs tulisan free atau apapun itu. Gue harus mulai, atau kosa kata gue dan daya tulis gue mati. Lalu semua impian cuman jadi angan angan.

Berat banget buat mulai sama seperti beratnya hati gue ninggalin junkfood dan makanan instan. Tapi gue coba, sedikit demi sedikit. Supaya buku gue dengan gaya yang beda kali ini bisa rampung. Jadi nanti di hari gue buka pre order, gue bisa bilang....

I did it.




anyway, thank you Arka for always having his own way to make me feel, "yuk bisa yuk." love!

1 komentar:

Leave me some comment! Thank you, guys:}

Diberdayakan oleh Blogger.