what do we actually deserve?

Teman baik gue bertanya, "kenapa kita masih baik meski kita tau kita disia-siakan? Kita tau betul, mereka nggak pantas buat kita. We deserves good things after doing good, arent we?"

Lalu berhari - hari gue mempertanyakan diri gue, "what do I deserve?"

Kadang orang memakai kalimat "you deserve better" untuk menyemangati orang lain membuka diri dan meninggalkan apa yang menyakiti dia. Bukannya gue melakukan pembelaan untuk mereka yang belum pindah hati meski berkali-kali dipatahkan lagi, tapi kadang kita nggak pernah tahu kenapa seseorang mendapatkan perlakuan seperti itu.

Kayak misalnya, gue dan Ali. Mungkin satu dan lain orang pasti bilang, "udah deh kalo nggak niat, tinggalin aja. You deserve better." Tapi elo mungkin nggak tahu kal gue juga setengah-setengah saat mulai sama Ali, begitu juga dengan Ali. Jadi kalo kita nggak bisa bareng-bareng pada saat itu, ya itu kan yang kita pantas dapatkan? Apa lagi yang kita harapkan dari sebuah kisah yang setengah-setengah?

Well, ada cerita lagi tentang gue dan Arka. Teman - temannya mungkin bilang (ini cuman pemikiran gue ye), "apaan sih, Ka. Cewek lu ribet. Tinggalin aja. Who do you think she is bisa giniin elo? You deserve better." Seperti juga teman - teman gue yang dengan lantangnya, "dia tuh nggak bisa bahagiain lo seutuhnya, orang dia juga masih belum bisa bahagia sama diri sendiri. You deserve better."

What kind of better do I deserve, sih? 

Makanya, gue lagi belajar untuk nggak pakai kalimat "you deserve better" karena kadang walaupun kita udah dengar cerita dari orang, kita nggak pernah ngerasain berada di hubungan tersebut. Jadi gue rasa, kita nggak berhak untuk menghakimi apa yang orang tersebut pantas dapatkan.

Menurut gue, jalanin aja semuanya dengan prinsip berikan yang terbaik. Kalo kata tagline gue saat jadi capres London School Radio 2 tahun yang lalu, "totality to be extraordinary." Mungkin segala susah payah dan sedih-sedih gue dulu akan terbayarkan saat gue sama Arka beberapa saat ke depan? Mungkin juga segala jatuh bangun gue sama Arka membawa kita ke tempat yang lebih baik nantinya?

Nggak ada yang tahu masa depan.

Tapi kalaupun nantinya lo harus berpisah setelah berjuang, ingat saja, nggak perlu doain yang buruk-buruk ya. What you give is what you get in future. Jadi, selama masanya lo bisa perbaiki diri dan jadi the best version of yourself to treat him / her right saat masih bareng-bareng, ya lakukanlah. Nggak usah perhitungan banget karena dia mungkin nggak ngasih yang sama atau mungkin value di dia yang beda sama elo. Nggakpapa.

Tuhan itu adil. Apapun yang lo lakukan, akan berbalik. It's gonna be breakeven.

Dan jika pada akhirnya salah satu di antara aku dan Arka, atau kamu dan dia saling menyia-nyiakan satu sama lain, you exactly know... There is no turning back. So be ready to dealing with whatever you gave and coming to you... 

That's exactly WHAT you DESERVE ;)

5 komentar:

  1. Ktnya cinta itu take and give yaaa.. Tp kalo salah satunya selalu give aja dan yg satunya selalu take aja gmn tuuh? Kl udh berusaha memberi yg terbaik dan yg satunya ga full.. Barangkali mmg "kemampuan " dia sementra hnya sebatas itu sj... Kt toh ga blh komplen... Ga blh maksa...bnr kt mba.. U deserve better buat org yg tersayang tu ga ada batasnya ya... Biarpun akhirnya ga bs bersama...

    BalasHapus
  2. You deserve better.. yang tahu ya diri kita sendiri, karna kita yg ngalamin. Orang lain gak tahu. Jadi, mending ikuti kata diri aja.

    BalasHapus
  3. cinta selalu menarik dibicarakan yah

    BalasHapus
  4. Ikuti kata hati aja..takdir kita bukan adapada oranglain tapi kemana dan mau bagaimana kita diri sendirilah yang memutuskan

    BalasHapus

Leave me some comment! Thank you, guys:}

Diberdayakan oleh Blogger.