if you've been waiting for fallin' in love

Sebagian orang yang mencari, seringnya sulit untuk menemukan. Sebagian orang yang tidak mencari, perjalanannya malah semesta mudahkan. Kadang gue nggak mengerti bagaimana menyikapi semua usaha yang nggak kunjung berhasil ini. Berbagai quotes galau dan lagu-lagu buat self-healing jadi kawan setiap malam. Kadang Tulus, kadang Nadin Amizah, kadang saking desperate-nya ya cari-cari aja di Spotify dengan keyword sesuai perasaan yang lagi ada.

Kenapa lo nggak muncul-muncul?

Pertanyaan gue tadi sore waktu lihat awan dan cantik banget. Pengen berbagi cerita, bukannya nggak ada teman di aplikasi WA, tapi maunya orang lain. Orang itu. Ngerti kan perasaan hopeless romantic ala Ted Mosby atau Ross Geller? Mungkin karena gue diam-diam hopeless romantic (dulu beneran ditunjukin, sekarang udah kepala dua ditambah empat di belakangnya, udah gak wajar, anjir), jadi gue sangat relate dengan How I Met Your Mother dan Friends.

Oke, iya kita bahas lagi tentang orang itu. Gue belum tahu orangnya di mana, tapi semakin gue mencari, semakin gue nggak menemukan dia. Semakin banyak orang-orang yang sudah saling menemukan dan mengirim undangan, atau mereka yang baru putus lalu langsung punya gebetan baru. Pertanyaan gue selalu mulai dengan HOW. Gimana caranya kalian bisa bertemu potential partner atau feeling to falling in love dengan cepat? Kenapa gue nggak bisa?

Gue nyoba. Siapa aja yang ajak ngobrol, hayu. Tapi, nggak bisa. Bukan standar terlalu tinggi, atau gue nggak tahu gimana caranya ngobrol. Don't judge me, I'm a novel chat writer. I created Gana Adithama for all women who need love and hope. Gue cuman ... nggak bisa. Kalau gue nggak tertarik, nggak bisa. 

Terus, orang seperti apa yang bikin gue tertarik hingga akhirnya memutuskan jatuh cinta?

Gue mau sebut namanya, tapi tolong jangan marah-marah. Memang Eric Nam seorang. Inspiratif, pintar, pekerja keras, family-man, tolong kalo di dunia nyata, orang itu harus seagama. Pergilah ke Masjid di Hari Jumat, mengajilah, jatuh cintalah pada surat Al-Insyirah. Dan satu lagi, ini semoga gak cringe, tapi beneran care and support my career. Menulis itu hidup gue, bagian dari gue bernapas dan bertahan menjalani hari-hari. Eric ngerti itu (yes he is, he liked my tweet when I told him I wrote TWY based on his song). 


Jadi, aku mau ketemu orang kayak gitu.

Tapi, masa, ya, dari miliaran manusia di muka bumi, tiga tahun terakhir gue cuman ketemu sama Eric Nam? Yang lain ke mana? Ada di mana?

Sebelum menghakimi gue lebih jauh, lebih baik lo dengar pertanyaan yang gue nggak berani jawab ini, "Emang kalo dia dateng, lo udah siap? Lo emang beneran mau dia dateng bukannya lo cuman kesepian doang?"

Ih, jahat juga ya kepala gue. Kalo kasih pertanyaan suka kayak orang bener.

Kalo lo juga sama-sama nunggu lama untuk "jatuh cinta" seperti gue, coba deh tanyakan hal yang sama juga. Karena mungkin lo cuman mencari sesuatu untuk mengisi kosong lo, yang tentu saja fase-fase bahagianya. Apakah gue udah siap adaptasi sama yang baru? Apakah gue bener-bener mau untuk masukin orang lain in romantic way?

Sampai saat ini belum ada jawabannya. Tapi, keinginan ketemu orang itu dan kirim chat-chat random sering dateng secara random juga. Misalnya, kalo gue lagi capek banget dan ngerasa orang-orang di sekitar gue juga capek, atau gue pengen banget disayang-sayang. Ya, namanya juga manusia. Hmm, tapi sejauh gue berjalan, 2 hal itu masih sering ketolong sama tidur dan hubungin sahabat-sahabat gue.

I just miss the excitement of something new dan sejauh ini, jatuh cinta adalah satu-satunya hal yang belum pernah gue rasakan dalam tiga tahun terakhir. I'm waiting, and waiting. Tapi mungkin, karena sadar ini bukan kebutuhan mendesak karena gak mau sembarangan juga, jadi mari menunggu sambil terus berjalan. Mari berhenti "mencari" dan biarkan semesta yang buat ceritanya sendiri.

Biar nggak berharap, nggak kecewa, dan makin kesepian lagi.

Buat yang lagi nunggu-nunggu jatuh cinta juga, mungkin pahami dulu sebenarnya kamu mau punya pasangan itu untuk apa, sih? Biar kalo lagi jalan dan gagal, kamu nggak kehilangan diri kamu sendiri.

Segitu aja. Saatnya dengerin playlist favorit gue saat ini :



Tidak ada komentar:

Leave me some comment! Thank you, guys:}

Diberdayakan oleh Blogger.